" She knows that our ears are stopped; but the misery is there inside her, like a stone, and there’s no room for any other thoughts. She isn’t trying to make an appeal to our sympathies — she’s just shifting this big weight inside her from one place to another." Henry Miller, Tropic of Cancer, pg. 141.

Sabarlah hati.

MENGADU DOMBA DAN FITNAH.

Tahu tak bisik-bisik tersebut bukan sekadar kata.
Bukan sekadar melepaskan keluh rasa.
Tapi umpan berkait dosa.
Siapa termakan, alahai..

Pernah tak dibenci oleh orang yang tiada kaitan?
Kalau dulu orang rapat dengan kita, tapi disebabkan jarum-jarum ini dah terpasak kemas, dia tiba-tiba jadi musuh kita.
Pandang muka pun tak mahu.
Berjabat tangan pun tak sudi.
Semacam tunggul tidak diumpama.

Tahu apa yang lebih sedih?
Kita tak ada upaya untuk pertahankan diri.
Kita tak tahu pun apa yang disampaikan sampai kita dibenci.
Dan kita tak tahu kenapa pihak tersebut mudah mempercayai sebelah pihak.
Mudah benar diperbudak oleh kata-kata.

***

Jika ada sesiapa datang membawa sesuatu cerita, dengarlah.
Tetapi jangan diserap dan dihukum terus pihak yang tidak bersuara.
Fikirlah.
Kalau orang mudah menyebar benci, tidak ketarakah kelihatan kebenarannya?

***

Ironinya, siapa yang paling lantang, paling kerap, paling sadis kisahnya sering dijulang sebagai mangsa.
Sedang mereka yang berdiam terus dihukum.
Kepada Allah daku serahkan kalian.
Berjagalah.